Alat pemerintah China sudah menggembar-gemborkan potensi rudal balistik jarak menengah DF-26 yang belakangan ini ditest tembak. Senjata yang dijuluki misil "Guam Killer" ini diklaim dapat menghajar kapal induk musuh yang dalam tempat berjalan.
Akan tetapi, beberapa ahli menyangsikan potensi itu. Laporan alat pemerintah China itu disangka sisi dari kampanye propaganda bersama dengan yang didesain untuk mengesankan audience domestik tentang kemampuan militer Beijing di panggung internasional.
Baca juga : Biaya Kuliah POLSRI
Beberapa pakar menjelaskan video uji tembak rudal "Guam Killer" yang ditembakkan dari tempat yang dirahasiakan itu sebetulnya mengutarakan amat sedikit dari klaim yang disuarakan.
"Video itu tidak tunjukkan rudal tentang tujuan berjalan di laut," kata ahli militer Carl Schuster pada CNN. Schuster ialah bekas direktur operasi di US Pacific Command's Joint Intelligence Center.
"Untuk semua pemirsa bisa memandangnya, ini ialah peluncuran rudal balistik standard tiada tanda-tanda apa tujuan berjalan atau statis," tuturnya kembali, yang diambil Kamis (31/1/2019).
Beijing sudah lama mengaku rudal DF-26 menjadi intimidasi mengerikan buat pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS), terpenting yang ada di kepulauan Pasifik. Senjata itu pun disombongkan bisa membidik kapal perang di laut terbuka.
DF-26 dipercaya oleh beberapa analis AS dapat tentang tujuan dalam jarak 3.400 mil (5.471 km.) serta dapat membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional.
Tapi, kata Schuster, sampai tujuan yang berjalan di laut akan membutuhkan mekanisme serta strategi yang belumlah dikerjakan China.
Global Times, alat pro-pemerintah China di hari Senin memberikan laporan video uji tembak misil DF-26 yang launching China Central Television (CCTV) punya pemerintah tunjukkan ada empat sirip di dekat hidung rudal. Menurut laporan itu, feature itu sangat mungkin rudal untuk merubah arah dalam penerbangannya untuk menabrak kapal yang berjalan.
"Design spesial sangat mungkin rudal untuk dengan tepat mengatur trek serangan, sebab empat permukaan kontrol penerbangan memberi potensi manuver yang super serta memandu hulu ledak saat step terminal untuk menabrak kapal induk yang berjalan lamban," bunyi laporan yang mencuplik ahli militer China, Song Zhongping, itu.
Laporan itu pun mencuplik pakar militer China yang lain yang tidak dijelaskan namanya, yang menjelaskan jika hulu ledak misil itu berkaitan dengan elektronik dengan skema penargetan.
Baca juga : Biaya Kuliah POLINELA
"Satu jaringan info yang tersambung ke hulu ledak, yang mungkin termasuk juga satelit, radar darat serta laut di samping radar pada rudal tersebut, selalu mengupdate tempat tujuan yang berjalan, memberitahukan kontrol penerbangan ke manakah memandu rudal," bunyi laporan dari ahli anonim itu.
Andrew Tate, seseorang analis di majalah militer, Jane's Defense Weekly, menjelaskan bukti potensi misil anti-kapal DF-26 akan memerlukan semakin banyak pengujian.
"Laporan Global Times merujuk pada radar rudal tersebut, yang mungkin dibutuhkan untuk babak homing terminal, saat penundaan dalam mengupdate tempat tujuan bisa menyebabkan kekeliruan. Agunan jika manfaat seperti yang didesain akan membutuhkan eksperimen yang representatif," catat Tate sesudah mengevaluasi video uji tembak misil "Guam Killer".
Julukan "Guam Killer" yang bermakna "Pembunuh Guam" pada misil China ini merujuk pada Guam, lokasi di Pasifik yang jadi pangkalan militer AS. Nama lokasi itu sempat juga tenar saat rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara meneror akan menghujaninya dengan rudal balistik. Akan tetapi, intimidasi itu tidak sempat dapat dibuktikan.
Thursday, January 31, 2019
Thursday, January 24, 2019
Gempa 6,1 SR Dirasakan 6 Kabupaten/Kota di Papua
Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang mengguncang lokasi Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu, (16/12/2018), seputar jam 16.42.37 WIB. dirasa di enam kabupaten/kota di Papua. Enam kabupaten/kota itu semasing, Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, Wamena, Timika, Nabire, Merauke, Kabupaten Jayapura.
Baca juga : Jurusan di UHO
Kepala Pusat Gempa Bumi serta Tsunami BMKG, Karunia Triyono menuturkan, hasil analisa BMKG tunjukkan gempa bumi ini mempunyai kemampuan magnitude 6,1.
"Episenter gempa bumi terdapat pada koordinat 3,97 LS serta 140,35 BT, atau persisnya berada di darat pada jarak 57 km arah timur laut Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua pada kedalaman 74 km (Up-date),"jelas Karunia dalam tayangan wartawan, Minggu (16/12/2018).
Dengan memerhatikan tempat episenter serta kedalaman hiposenter, menurut Karunia, gempa bumi yang berlangsung adalah type gempa bumi menengah karena terdapatnya deformasi continental lantai dasar dibawah Jaya Wijaya Fold and Thrust Belt.
"Hasil analisa proses sumber tunjukkan jika gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan proses gerakan dari susunan sesar turun (normal fault)," tuturnya.
Menurut Karunia, efek gempa bumi berdasar pada Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) tunjukkan jika guncangan dirasa di daerah Keerom III-IV MMI, di Wamena III-IV MMI, di Jayapura II-III MMI, di Sentani II-III MMI, di Merauke II MMI, serta di Nabire II MMI.
Baca juga : Jurusan di UNHAS
"Sampai sekarang ini belumlah ada laporan efek rusaknya yang diakibatkan karena gempa bumi itu. Hasil pemodelan tunjukkan jika gempa bumi tidak punya potensi tsunami,"katanya.
Sampai jam 17.00 WIB, Hasil monitoring BMKG belumlah tunjukkan terdapatnya kegiatan gempa bumi susulan (aftershock). Pada penduduk diimbau supaya masih tenang serta tidak dipengaruhi oleh rumor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga : Jurusan di UHO
Kepala Pusat Gempa Bumi serta Tsunami BMKG, Karunia Triyono menuturkan, hasil analisa BMKG tunjukkan gempa bumi ini mempunyai kemampuan magnitude 6,1.
"Episenter gempa bumi terdapat pada koordinat 3,97 LS serta 140,35 BT, atau persisnya berada di darat pada jarak 57 km arah timur laut Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua pada kedalaman 74 km (Up-date),"jelas Karunia dalam tayangan wartawan, Minggu (16/12/2018).
Dengan memerhatikan tempat episenter serta kedalaman hiposenter, menurut Karunia, gempa bumi yang berlangsung adalah type gempa bumi menengah karena terdapatnya deformasi continental lantai dasar dibawah Jaya Wijaya Fold and Thrust Belt.
"Hasil analisa proses sumber tunjukkan jika gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan proses gerakan dari susunan sesar turun (normal fault)," tuturnya.
Menurut Karunia, efek gempa bumi berdasar pada Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) tunjukkan jika guncangan dirasa di daerah Keerom III-IV MMI, di Wamena III-IV MMI, di Jayapura II-III MMI, di Sentani II-III MMI, di Merauke II MMI, serta di Nabire II MMI.
Baca juga : Jurusan di UNHAS
"Sampai sekarang ini belumlah ada laporan efek rusaknya yang diakibatkan karena gempa bumi itu. Hasil pemodelan tunjukkan jika gempa bumi tidak punya potensi tsunami,"katanya.
Sampai jam 17.00 WIB, Hasil monitoring BMKG belumlah tunjukkan terdapatnya kegiatan gempa bumi susulan (aftershock). Pada penduduk diimbau supaya masih tenang serta tidak dipengaruhi oleh rumor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Wednesday, January 23, 2019
Tabung Gas 12 Kg Meledak di Serpong, 4 Rumah Hancur dan 3 Warga Luka
Tabung gas 12 Kg meledak di Perumahan Nusa Loka, Blok R3, No12B, RT09/07, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Karena ledakan itu, empat rumah alami rusak serta tiga yang tinggal di rumah alami luka bakar.
Masyarakat yang alami luka bakar, yaitu bapak, Yosef Muktiarto (47), serta ke-2 putrinya, yaitu Litwina Natalia (15), serta Valerie Calista Tanujaya (5). Tengah istri korban, Marfiani (40), selamat.
Sekarang ini, ke-3 korban masih tetap melakukan perawatan di Rumah Sakit (RS) Eka Hospital. Dari ke-3 korban itu, Yosef yang terparah, menanggung derita luka bakar sampai 90%.
Baca juga : Biaya Kuliah UNSAM - Pendaftaran UNSAM
Tengah ke-2 anak korban, yaitu Litwina serta Valerie, menanggung derita luka kronis, di kepala serta kaki. Karena tertimpa material rumah yang rubuh, serta tabung gas yang meledak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Tangsel Uci Sanusi menjelaskan, tabung gas meledak larut malam barusan, seputar jam 01.30 WIB, berlangsung di ruangan dapur korban.
"Waktu itu, pemilik rumah Yosef Muktiarto, akan memasak. Saat menyalakan gas, tidak diduga berlangsung ledakan. Korban sudah sempat terpental," kata Uci, pada Koran Sindo, di Serpong, Kota Tangsel, Rabu (23/1/2019).
Tidak hanya menyebabkan tiga yang tinggal di rumah terluka, ledakan tabung gas 12 Kg itu pun menyebabkan tiga masyarakat lainnya yang akan membantu korban di tempat tinggalnya terbakar.
"Jadi, waktu ke-3 saksi akan membantu korban untuk dievakuasi pun alami luka lecet serta bakar. Sebab waktu membantu beberapa korban, ada material rumah yang roboh serta api yang menyala," katanya.
Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Lukito memberikan, hasil kontrol sesaat, disangka ledakan tabung gas itu datang dari selang regulator yang bocor.
"Disangka, selang regulator korban bocor serta waktu gas dikatakan, api langsung menyambar serta meledakan seisi ruang. Untuk sesaat, korban luka ada 6 orang. Tiga masih tetap dirawat di RS," sambungnya.
Selain itu, Widia (43), kakak Marfiani yang adalah istri Yosef memberikan, waktu peristiwa Yosef akan memanaskan sayur. Ia juga mengakui tidak tahu, bila kabel gas di dapur Yosef nyatanya bocor.
"Jadi waktu itu, memang ingin ngangetin sayur. Tuturnya laper. Jam 1/2 dua, yang biasa masak memang suaminya, Yosef. Sekarang ini, Yosef di RSCM, dirujuk dari RS Eka Hospital," kata Widia, di tempat.
Baca juga : Biaya Kuliah UTU - Pendaftaran UTU
Sedang Marfiani, istri korban, menanggung derita luka mudah. Sebab waktu peristiwa, ia terlindung selimut yang dipakainya. Tengah anak korban, Litwina, luka kronis di kepala.
"Dijahit tujuh jahitan. Barusan muntah-muntah. Kembali dicheck dokter. Takutnya gegar otak. Jika anak kedua-duanya, cuma lecet-lecet. Serta anak ketiganya, yang TK, alami luka bakar 7%, sebab dengan ibunya," tuturnya.
Waktu ledakan, api sudah sempat muncul. Akan tetapi tidak berjalan lama, sebab mati terserang ledakan. Sekarang ini, keadaan rumah Yosef hancur. Sangat kronis sisi genting.
Di muka rumah, terlihat puing bangunan yang hancur berantakan. Garis polisi terlihat terpasang di muka rumah Yosef, yang mengisyaratkan rumah mesti dalam keadaan steril, serta tidak bisa dimasuki.
Masyarakat yang alami luka bakar, yaitu bapak, Yosef Muktiarto (47), serta ke-2 putrinya, yaitu Litwina Natalia (15), serta Valerie Calista Tanujaya (5). Tengah istri korban, Marfiani (40), selamat.
Sekarang ini, ke-3 korban masih tetap melakukan perawatan di Rumah Sakit (RS) Eka Hospital. Dari ke-3 korban itu, Yosef yang terparah, menanggung derita luka bakar sampai 90%.
Baca juga : Biaya Kuliah UNSAM - Pendaftaran UNSAM
Tengah ke-2 anak korban, yaitu Litwina serta Valerie, menanggung derita luka kronis, di kepala serta kaki. Karena tertimpa material rumah yang rubuh, serta tabung gas yang meledak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Tangsel Uci Sanusi menjelaskan, tabung gas meledak larut malam barusan, seputar jam 01.30 WIB, berlangsung di ruangan dapur korban.
"Waktu itu, pemilik rumah Yosef Muktiarto, akan memasak. Saat menyalakan gas, tidak diduga berlangsung ledakan. Korban sudah sempat terpental," kata Uci, pada Koran Sindo, di Serpong, Kota Tangsel, Rabu (23/1/2019).
Tidak hanya menyebabkan tiga yang tinggal di rumah terluka, ledakan tabung gas 12 Kg itu pun menyebabkan tiga masyarakat lainnya yang akan membantu korban di tempat tinggalnya terbakar.
"Jadi, waktu ke-3 saksi akan membantu korban untuk dievakuasi pun alami luka lecet serta bakar. Sebab waktu membantu beberapa korban, ada material rumah yang roboh serta api yang menyala," katanya.
Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Lukito memberikan, hasil kontrol sesaat, disangka ledakan tabung gas itu datang dari selang regulator yang bocor.
"Disangka, selang regulator korban bocor serta waktu gas dikatakan, api langsung menyambar serta meledakan seisi ruang. Untuk sesaat, korban luka ada 6 orang. Tiga masih tetap dirawat di RS," sambungnya.
Selain itu, Widia (43), kakak Marfiani yang adalah istri Yosef memberikan, waktu peristiwa Yosef akan memanaskan sayur. Ia juga mengakui tidak tahu, bila kabel gas di dapur Yosef nyatanya bocor.
"Jadi waktu itu, memang ingin ngangetin sayur. Tuturnya laper. Jam 1/2 dua, yang biasa masak memang suaminya, Yosef. Sekarang ini, Yosef di RSCM, dirujuk dari RS Eka Hospital," kata Widia, di tempat.
Baca juga : Biaya Kuliah UTU - Pendaftaran UTU
Sedang Marfiani, istri korban, menanggung derita luka mudah. Sebab waktu peristiwa, ia terlindung selimut yang dipakainya. Tengah anak korban, Litwina, luka kronis di kepala.
"Dijahit tujuh jahitan. Barusan muntah-muntah. Kembali dicheck dokter. Takutnya gegar otak. Jika anak kedua-duanya, cuma lecet-lecet. Serta anak ketiganya, yang TK, alami luka bakar 7%, sebab dengan ibunya," tuturnya.
Waktu ledakan, api sudah sempat muncul. Akan tetapi tidak berjalan lama, sebab mati terserang ledakan. Sekarang ini, keadaan rumah Yosef hancur. Sangat kronis sisi genting.
Di muka rumah, terlihat puing bangunan yang hancur berantakan. Garis polisi terlihat terpasang di muka rumah Yosef, yang mengisyaratkan rumah mesti dalam keadaan steril, serta tidak bisa dimasuki.
Tuesday, January 22, 2019
Petugas BBKSDA Jatim Evakuasi Buaya Muara dan Ular Piton
Seekor buaya muara serta dua ekor ular piton dievakuasi petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dari perumahan Griya Karya Raharja (GKR) Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Baca juga : Jurusan di UNM
“Buaya muara ini termasuk juga hewan yang dilindungi,“ tutur Sudarmaji sebagai Kepala Resort Konservasi Lokasi 02 (Blitar, Tulungagung, serta Trenggalek) BBKSDA Jawa Timur pada wartawan Selasa (22/1/2019). Proses evakuasi dikerjakan tiga orang petugas.
Awal mulanya reptil beresiko selama 80 cm itu ditangkap petugas Polres Blitar Kota. Dalam penggerebekan itu petugas pun mengamankan dua ekor ular piton. Akan tetapi sebab tidak mempunyai tempat, untuk sesaat petugas membiarkan buaya ada di kolamnya.
Walau kecil, kata Sudarmaji, karakter buas buaya telah tampak. Demikian kolam dikuras, serta keberadaanya didekati, buaya itu langsung menunjukkan kebringasannya. Menurut Sudarmaji, pihaknya akan menitipkan satwa dilindungi itu ke instansi konservasi yang telah berizin. “Kita akan titipkan ke instansi konservasi,“ tuturnya.
Sedang dua ekor piton yang turut dievakuasi bersama dengan buaya, diantaranya sejenis piton reticulatus atau biasa dimaksud sanca kembang. Panjang sanca kembang itu seputar 60 cm. Satu piton kembali diprediksikan type molorus atau sanca bodo. Hewan melata dengan panjang 30 cm itu termasuk juga type yang dilindungi.
Baca juga : Jurusan di POLIMDO
Kepemilikan satwa yang dilindungi dipandang melanggar masalah 40 UU RI No 5/1990 mengenai konservasi sumber daya alam resapi serta ekosistem. “Ancaman hukumannya 5 tahun ditambah denda Rp100 juta,“ tuturnya.
Seperti didapati kehadiran buaya serta piton itu didapati dengan tidak menyengaja waktu Polres Blitar Kota lakukan penggerebekan narkoba (bukan demikian sebaliknya). Tidak hanya merasakan sabu-sabu serta pohon ganja dan mengambil keputusan Rahardian alias Lemu (19) menjadi terduga, polisi pun memperoleh buaya serta dua ekor ular piton.
Baca juga : Jurusan di UNM
“Buaya muara ini termasuk juga hewan yang dilindungi,“ tutur Sudarmaji sebagai Kepala Resort Konservasi Lokasi 02 (Blitar, Tulungagung, serta Trenggalek) BBKSDA Jawa Timur pada wartawan Selasa (22/1/2019). Proses evakuasi dikerjakan tiga orang petugas.
Awal mulanya reptil beresiko selama 80 cm itu ditangkap petugas Polres Blitar Kota. Dalam penggerebekan itu petugas pun mengamankan dua ekor ular piton. Akan tetapi sebab tidak mempunyai tempat, untuk sesaat petugas membiarkan buaya ada di kolamnya.
Walau kecil, kata Sudarmaji, karakter buas buaya telah tampak. Demikian kolam dikuras, serta keberadaanya didekati, buaya itu langsung menunjukkan kebringasannya. Menurut Sudarmaji, pihaknya akan menitipkan satwa dilindungi itu ke instansi konservasi yang telah berizin. “Kita akan titipkan ke instansi konservasi,“ tuturnya.
Sedang dua ekor piton yang turut dievakuasi bersama dengan buaya, diantaranya sejenis piton reticulatus atau biasa dimaksud sanca kembang. Panjang sanca kembang itu seputar 60 cm. Satu piton kembali diprediksikan type molorus atau sanca bodo. Hewan melata dengan panjang 30 cm itu termasuk juga type yang dilindungi.
Baca juga : Jurusan di POLIMDO
Kepemilikan satwa yang dilindungi dipandang melanggar masalah 40 UU RI No 5/1990 mengenai konservasi sumber daya alam resapi serta ekosistem. “Ancaman hukumannya 5 tahun ditambah denda Rp100 juta,“ tuturnya.
Seperti didapati kehadiran buaya serta piton itu didapati dengan tidak menyengaja waktu Polres Blitar Kota lakukan penggerebekan narkoba (bukan demikian sebaliknya). Tidak hanya merasakan sabu-sabu serta pohon ganja dan mengambil keputusan Rahardian alias Lemu (19) menjadi terduga, polisi pun memperoleh buaya serta dua ekor ular piton.
Monday, January 21, 2019
Marianus Sae Tak Hadiri Penetapan Paslon Peserta Pilgub NTT
KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) sah mengambil keputusan empat pasangan calon peserta Pilgub NTT 2018, Senin (12/2/2018) ini. Marianus Sae yang diamankan KPK, tidak ada.
Baca juga : Biaya Kuliah USU - Pendaftaran USU
Ke empat pasangan calon yang diputuskan menjadi pasangan cagub-cawagub NTT itu ialah Eston Fonay-Cristian Rotok, Benny K Harman-Benny Litelnoni, Marianus Sae-Emi Nomleni, serta Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi.
Penentuan ini tidak didatangi oleh cagub dari PDIP serta PKB Marianus Sae yang ditangkap oleh KPK berkaitan pendapat masalah suap project infrastruktur Kabupaten Ngada, NTT. Sesaat, Emi Nomleni terlihat ada.
KPU NTT lewat ketuanya, Maryanti Adoe, mengaku tidak ada peraturan untuk menggagalkan pasangan yang tersandung permasalahan hukum sebelumnya ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum masih.
Viktor Mado Watun, ketua Team Pemenangan PDIP menjelaskan pihaknya masih menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Akan tetapi, hal itu tidak hentikan usaha partai pengusung serta beberapa partisipan untuk memenangi paket ini.
Baca juga : Biaya Kuliah UNIMED - Pendaftaran UNIMED
Sesaat, Emi Nomleni selesai penentuan menampik untuk diminta info sekalian berjalan tinggalkan tempat pekerjaan.
KPU NTT menjadwalkan mengadakan penarikan undian nomer urut paslon pada Selasa, 13 Februari 2018.
Baca juga : Biaya Kuliah USU - Pendaftaran USU
Ke empat pasangan calon yang diputuskan menjadi pasangan cagub-cawagub NTT itu ialah Eston Fonay-Cristian Rotok, Benny K Harman-Benny Litelnoni, Marianus Sae-Emi Nomleni, serta Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi.
Penentuan ini tidak didatangi oleh cagub dari PDIP serta PKB Marianus Sae yang ditangkap oleh KPK berkaitan pendapat masalah suap project infrastruktur Kabupaten Ngada, NTT. Sesaat, Emi Nomleni terlihat ada.
KPU NTT lewat ketuanya, Maryanti Adoe, mengaku tidak ada peraturan untuk menggagalkan pasangan yang tersandung permasalahan hukum sebelumnya ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum masih.
Viktor Mado Watun, ketua Team Pemenangan PDIP menjelaskan pihaknya masih menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Akan tetapi, hal itu tidak hentikan usaha partai pengusung serta beberapa partisipan untuk memenangi paket ini.
Baca juga : Biaya Kuliah UNIMED - Pendaftaran UNIMED
Sesaat, Emi Nomleni selesai penentuan menampik untuk diminta info sekalian berjalan tinggalkan tempat pekerjaan.
KPU NTT menjadwalkan mengadakan penarikan undian nomer urut paslon pada Selasa, 13 Februari 2018.
Saturday, January 19, 2019
Kini Pantau Siswa di Sekolah Bisa Lewat Aplikasi
Kecanggihan tehnologi saat ini memberi sangat banyak faedah buat penduduk. Paling baru, ada satu tehnologi yang pantas disyukuri hadirnya, Nakula Edu.
Baca juga : Jurusan di UPR
Dikemas berbentuk aplikasi mobile, Nakula Edu mengetengahkan pemakaian tehnologi Internet of Things(IoT), satu tehnologi yang menginovasi beberapa benda seputar dengan internet supaya kegiatan keseharian jadi lebih gampang serta efektif.
Hal itu tersingkap dalam seminar "Introducing Technology Inovation in Education" yang sekaligus juga jadi soft rilis Nakula Edu Skema Info Sekolah yang berjalan di Hotel Horison, Bekasi, Kamis (17/1).
Nakula Edu, menurut dua pembicara dalam seminar, DR. Bambang Hariyanto, MT serta Untung Suprihadi, S.Kom., M.Pd., adalah tehnologi yang di kembangkan untuk memberi dukungan Skema Manajemen Sekolah.
"Teknogi ini diperlengkapi dengan feature yang cukuplah mutakhir seperti Student Tracking Sistem, dimana orang-tua bisa lihat kegiatan dengan real time siswa/anak di sekolah, Nilai Akademik serta Manajemen Keuangan sekolah," kata Untung dalam seminar itu.
Baca juga : Jurusan di POLNES
Perihal seirama pun dikatakan CEO PT SANS Partner Indonesia, Yusuf Hamangku Rahayu, yang bertindak menjadi pengembang Nakula App. Yusuf mengharap aplikasi yang dikembangkannya ini dapat jadi jembatan penghubung dengan cara langsung pada siswa, orangtua, guru serta pihak sekolah.
"Kami pun mengharap aplikasi ini mempermudah pengawasan orang-tua pada anaknya saat di sekolah lewat aplikasi tehnologi," paparnya.
Baca juga : Jurusan di UPR
Dikemas berbentuk aplikasi mobile, Nakula Edu mengetengahkan pemakaian tehnologi Internet of Things(IoT), satu tehnologi yang menginovasi beberapa benda seputar dengan internet supaya kegiatan keseharian jadi lebih gampang serta efektif.
Hal itu tersingkap dalam seminar "Introducing Technology Inovation in Education" yang sekaligus juga jadi soft rilis Nakula Edu Skema Info Sekolah yang berjalan di Hotel Horison, Bekasi, Kamis (17/1).
Nakula Edu, menurut dua pembicara dalam seminar, DR. Bambang Hariyanto, MT serta Untung Suprihadi, S.Kom., M.Pd., adalah tehnologi yang di kembangkan untuk memberi dukungan Skema Manajemen Sekolah.
"Teknogi ini diperlengkapi dengan feature yang cukuplah mutakhir seperti Student Tracking Sistem, dimana orang-tua bisa lihat kegiatan dengan real time siswa/anak di sekolah, Nilai Akademik serta Manajemen Keuangan sekolah," kata Untung dalam seminar itu.
Baca juga : Jurusan di POLNES
Perihal seirama pun dikatakan CEO PT SANS Partner Indonesia, Yusuf Hamangku Rahayu, yang bertindak menjadi pengembang Nakula App. Yusuf mengharap aplikasi yang dikembangkannya ini dapat jadi jembatan penghubung dengan cara langsung pada siswa, orangtua, guru serta pihak sekolah.
"Kami pun mengharap aplikasi ini mempermudah pengawasan orang-tua pada anaknya saat di sekolah lewat aplikasi tehnologi," paparnya.
Friday, January 18, 2019
519 Warga Binaan Lapas Narkotika Tanjung Pinang Bisa Nyoblos
Pergerakan nasional jemput bola KTP Elektronik (e-KTP) yang dikerjakan oleh petugas Disdukcapil Kepri diselenggarakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kamis (17/1/2019).
Sesudah didata, sekitar 519 masyarakat binaan dari 718 masyarakat binaan Lapas Narkotika memiliki hak pilih pada Pemilu serentak 17 April 2019 yang akan datang. Jumlahnya ini didapatkan sesudah pengurangan masyarakat negara asing (WNA) serta narapidana yang akan bebas sebelum 17 April yang akan datang.
Baca juga : Biaya Kuliah UT - Pendaftaran UT
"Dari 718 masyarakat binaan kita, sesudah dikurangi yang WNA serta masyarakat binaan yang keluar sebelum 17 April, ada 519 masyarakat binaan yang kita usulkan," tutur Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang waktu didapati di tempat.
Misbahuddin memberikan, dari jumlahnya yang diusulkan itu, pihaknya juga minta supaya dalam penentuan umum nanti, supaya disiapkan dua tempat pengambilan suara (TPS) yang dibangun di dalam lapas. Perihal ini menyusul jumlahnya masyarakat binaan yang penuhi prasyarat untuk pilih lebih dari 300 orang.
"Jika 1 TPS optimal 300 orang, jadi kita usulkan untuk dibikin dua TPS," kata Misbahuddin.
Dalam giat itu, dengan simbolis beberapa masyarakat binaan yang didata dituntun oleh petugas untuk lakukan perekaman e-KTP. Sesaat, e-KTP yang telah siap bikin sambungnya, nanti akan dipegang oleh pihak Lapas supaya saat penentuan dokumen terpenting itu dapat diperlihatkan pada petugas TPS.
Baca juga : Biaya Kuliah UMN
"KTP-el nya kita yang pegang supaya masih aman," tambah Misbahuddin.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Penduduk Desa, Kependudukan serta Catatan Sipil (DPMPDDukcapil) Kepri, Sardison menjelaskan pergerakan nasional ini dikerjakan supaya semua masyarakat binaan dapat memberi suaranya pada pesta demokrasi lima tahunan yang diselenggarakan bulan Apri yang akan datang.
Katanya, ada 9 Lapas/Rutan se-Kepri yang disasar program nasional itu. Jumlahnya masyarakat binaannya juga katanya, ada 3.000 lebih. "Dengan setahap, sebab tidak mungkin dituntaskan dalam tempo tiga hari (17-19 Januari 2019). Karena itu kita duluan," tutup Sardison.
Sesudah didata, sekitar 519 masyarakat binaan dari 718 masyarakat binaan Lapas Narkotika memiliki hak pilih pada Pemilu serentak 17 April 2019 yang akan datang. Jumlahnya ini didapatkan sesudah pengurangan masyarakat negara asing (WNA) serta narapidana yang akan bebas sebelum 17 April yang akan datang.
Baca juga : Biaya Kuliah UT - Pendaftaran UT
"Dari 718 masyarakat binaan kita, sesudah dikurangi yang WNA serta masyarakat binaan yang keluar sebelum 17 April, ada 519 masyarakat binaan yang kita usulkan," tutur Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang waktu didapati di tempat.
Misbahuddin memberikan, dari jumlahnya yang diusulkan itu, pihaknya juga minta supaya dalam penentuan umum nanti, supaya disiapkan dua tempat pengambilan suara (TPS) yang dibangun di dalam lapas. Perihal ini menyusul jumlahnya masyarakat binaan yang penuhi prasyarat untuk pilih lebih dari 300 orang.
"Jika 1 TPS optimal 300 orang, jadi kita usulkan untuk dibikin dua TPS," kata Misbahuddin.
Dalam giat itu, dengan simbolis beberapa masyarakat binaan yang didata dituntun oleh petugas untuk lakukan perekaman e-KTP. Sesaat, e-KTP yang telah siap bikin sambungnya, nanti akan dipegang oleh pihak Lapas supaya saat penentuan dokumen terpenting itu dapat diperlihatkan pada petugas TPS.
Baca juga : Biaya Kuliah UMN
"KTP-el nya kita yang pegang supaya masih aman," tambah Misbahuddin.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Penduduk Desa, Kependudukan serta Catatan Sipil (DPMPDDukcapil) Kepri, Sardison menjelaskan pergerakan nasional ini dikerjakan supaya semua masyarakat binaan dapat memberi suaranya pada pesta demokrasi lima tahunan yang diselenggarakan bulan Apri yang akan datang.
Katanya, ada 9 Lapas/Rutan se-Kepri yang disasar program nasional itu. Jumlahnya masyarakat binaannya juga katanya, ada 3.000 lebih. "Dengan setahap, sebab tidak mungkin dituntaskan dalam tempo tiga hari (17-19 Januari 2019). Karena itu kita duluan," tutup Sardison.
Subscribe to:
Posts (Atom)