Wednesday, December 26, 2018

Masa Tanggap Darurat Pandeglang 14 Hari, Lampung Selatan 7 Hari

Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) menginformasikan penentuan waktu responsif darurat di Pandeglang, Banten, serta Lampung Selatan, Lampung. Dua lokasi itu menanggung derita efek tsunami sangat kronis.

Baca juga : Jurusan di UNAIR

"Diputuskan waktu responsif darurat di Pandeglang 14 hari, semenjak 22 Desember sampai 4 Januari 2019. Sedang di Lampung Selatan 7 hari, yakni 23 Desember sampai 29 Desember 2018. Dapat diperpanjang," tutur Kepala Pusat Data Info serta Jalinan Penduduk BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa wartawan di Kantor BPNB, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Konsentrasi penting dalam waktu responsif darurat ialah penelusuran serta penyelamatan korban, perlakuan korban luka, perlakuan pengungsi, perbaikan darurat fasilitas serta prasarana umum. BNPB sudah memberi pertolongan dana operasional untuk aktivasi posko di Pandeglang sebesar Rp500 juta, ikut pertolongan logistik serta helikopter.

Lebih dari 2.000 personil TNI serta Polri sudah dikerahkan untuk perlakuan musibah tsunami, tapi operasi dipandang baru berjalan bertambah cepat bila ada penambahan alat berat, bahan keperluan keseharian untuk pengungsi, service kesehatan, dan lain-lain.

"Waktu responsif darurat di Pandeglang serta Lampung Selatan itu bisa jadi diperpanjang bergantung dari perubahan kondisi dan situasi di lapangan," tuturnya.

Baca juga : Jurusan di ITS

Didapati dari data yang terdaftar oleh BNPB sampai jam 14.00 WIB, sekitar 430 orang wafat, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang, serta 21.991 orang masih tetap mengungsi.

Tuesday, December 25, 2018

260 Karyawan PLN Ikut Gathering, 14 Dinyatakan Meninggal Dunia

Sekitar 14 karyawan PT PLN (Persero) jadi korban musibah tsunami di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten pada Sabtu 22 Desember 2018 malam. Sampai sekarang ini, PLN masih tetap lakukan usaha evakuasi, pendataan dan penelusuran peserta family gathering dari Unit Induk Transmisi Jawa Sisi Barat yang jadi korban tsunami itu.

Baca juga : Biaya Kuliah UNS - Pendaftaran UNS

Kepala Unit Komunikasi Corporate PT PLN (Persero) I Made Suprateka menjelaskan, sekitar 260 karyawan PLN turut dalam acara family gathering. Sampai Minggu jam 11.00 WIB, 14 pegawai PLN wafat, sesaat korban selamat sekitar 157 orang serta 89 yang lain belumlah diketemukan.

"Korban selamat 157 orang (termasuk juga korban luka berat), korban wafat 14 orang, serta korban terdata akan tetapi belumlah diketemukan 89 orang," jelas Made dalam info tertulisnya, Minggu (23/12/2018).

Sampai sekarang ini, katanya, pihaknya ikut masih tetap lakukan pendataan peserta gathering itu. "Kami masih tetap selalu mendata serta lakukan usaha penelusuran korban, kami minta doanya supaya semua korban dapat selekasnya diketemukan dalam keadaan selamat," harapnya.

Sekarang ini, katanya, pihaknya sudah menerjunkan beberapa puluh mobil ambulance ke tempat tsunami. "PLN ikut sudah mengirim 36 ambulance untuk menolong proses evakuasi di tempat musibah," imbuhnya.

Baca juga : Biaya Kuliah UNTIDAR - Pendaftaran UNTIDAR

Berkaitan keadaan kelistrikan saat musibah, katanya, PLN tengah lakukan proses penormalan listrik dengan lakukan perbaikan gardu dan investigasi jaringan.

"Ada 146 gardu yang sukses dinyalakan, sesaat gardu yang masih tetap padam yaitu 102 gardu. Diluar itu ada 20 tiang SUTM Rubuh karena diterjang tsunami," kata Made.

Monday, December 24, 2018

Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia

PUBLIK di Tanah Air sekarang ini ramai mengulas titel Habib. Arti Habib mendadak jadi sorotan sebab beberapa profil bergelar Habib terlilit masalah hukum yang dipandang pro-kontra.

Sebutlah saja Habib Rizieq Shihab (Imam Besar Front Pembela Islam) yang sekarang ini pindah ke Makkah serta Habib Bahar bin Smith (pimpinan Majelis Pembela Rasulullah) yang ditahan sebab dakwaan lakukan tindak pidana penganiayaan.

Baca juga : Jurusan di UMS

Untuk didapati, tidak hanya ke-2 profil Habib Rizieq Shihab serta Habib Bahar bin Smith, terdapat beberapa habib yang popular sebab dakwahnya. Sebutlah saja Habib Ali Kwitang (pemimpin Majelis Tak'lim Kwitang), Habib Luthfi bin Yahya (pendakwah Nahdlatul Ulama), Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan (Pengasuh Pondok pesantren Al-Fachriyah Tangerang), Habib Hasan bin Ja'far Assegaf (Pemimpin Majelis Taklim Nurul Musthofa Jakarta), Habib Novel Alaydrus (pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo), serta ada banyak Habib yang lain yang memiliki dampak besar.

Banyak yang bertanya-tanya serta tidak dikit yang salah kaprah mengerti titel Habib itu. Apakah serta siapa sebetulnya Habib ini serta bagaimana sejarahnya di Indonesia?

Sebelum becerita jauh mengenai sejarahnya, sebaiknya kita pelajari dahulu apakah yang dimaksud dengan Habib. Dengan tekstual Habib bermakna “kekasih”. Kadang orang Arab menulisnya dengan Habeeb yang bermakna “yang terkasih" atau "yang terhormat”. Ada pula yang menyebutkan jika Habib datang dari kata Habaib, yang ini berarti keturunan Rasulullah SAW yang di cintai.

Habib ialah titel kehormatan yang diperuntukkan pada beberapa (dzurriyah) keturunan Nabi Muhammad SAW yang tinggal di lembah Hadhramaut (Yaman), Asia Tenggara, serta pesisir Afrika Timur. Tidak hanya titel Habib, ada pula julukan lainnya yang berarti sama yakni Sayyid serta Syarif.

Mengenai keturunan Nabi yang datang dari jalan Husein dimaksud Sayyid, sedang keturunan Nabi dari jalan Hasan seringkali dimaksud Syarif.

Keunikan beberapa Habaib ini diketahui dengan tampilan yang indah serta muka bersinar. Baju mereka tidak sempat terlepas dari Imamah (penutup kepala), sorban serta jubah (gamis) putih. Kadang mereka membawa tongkat serta di jari kelingking kanan mereka melekat cincin perak yang semua adalah sunnah Nabi.

Menurut Dai lulusan Institute of Arab Studies Kairo Mesir Ustaz Dr Miftah el-Banjary, arti Habib terbawa dari bahasa Arab yang bermakna “Kekasih” atau “Orang yang Dikasihi”. Berbentuk jamak biasa dimaksud “Habaib”. Habib adalah titel kehormatan buat keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalan Sayyidina Husein.

“Di Indonesia, arti Habib lebih popular seringkali dipakai daripada panggilan “Syarif” atau “Sayyid” walau kedua-duanya saling diperuntukkan untuk menyebutkan garis keturunan Rasulullah SAW (Ahlu Bait),” jelas Ustaz Miftah pada SINDOnews.

Panggilan “Sayyid” atau“Syarif”merupakan titel kehormatan yang diutamakan buat keturunan al-Faqih Muqaddam.

Ustaz Miftah bercerita, di sejumlah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, Maroko, Yordania, Libia, Tunisia yang notabene adalah anak keturunan Rasulullah dari jalan Sayyidina Hasan, panggilan “Habib” tidaklah terlalu popular. Mereka lebih diketahui dengan panggilan “al-Hasani” saja untuk menyatakan jika mereka mempunyai jalan nasab yang mulia. Di Persia (Iran) lebih diketahui dengan panggilan “Ahlu Bait”.

Baca juga : Jurusan di USAKTI

Biasanya, anak cucu keturunan Rasulullah di Hadramaut (Yaman) yang notabene adalah keturunan Sayyidina Husein lebih suka menisbahkan grup keluarga mereka pada panggilan Bani ‘Alawiyyin, karena mengacu pada ‘Alwi bin Abdullah bin al-Muhajir bin Isa yang pertama mendapatkan titel “Alawi”.

Riwayat Kedatangan Habib di Indonesia
Asal muasal kedatangan beberapa Habib di Indonesia sebetulnya sudah ada sejak dahulu sebelum waktu kemerdekaan Indonesia. Mereka hadir dari Hadhramaut (Yaman).

Di Indonesia, ada satu organisasi yang bekerja mengumpulkan WNI keturunan Arab, terutamanya yang mempunyai keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW atau keluarga Alawiyyin. Instansi ini berkantor pusat di Jakarta.

Friday, December 21, 2018

KTM Diprediksi Jadi Ancaman Serius di MotoGP 2019

Team balap MotoGP, KTM, diperkirakan memberikan intimidasi serius pada musim balap 2019. Hal tersebut dikatakan legenda balap motor dunia, Freddie Spencer.

Baca juga : Biaya Kuliah POLINES - Pendaftaran POLINES

Freddie menjelaskan hal tersebut sebab lihat KTM diperkokoh sosok-sosok hebat seperti Johann Zarco serta Dani Pedrosa. Seperti kita kenali, Zarco jadi rider anyar KTM yang akan bersanding dengan Pol Espargaro.

"Menurut saya, KTM mempunyai kekuatan terunggul sebab akan mempunyai program tes yang kuat dengan Dani Pedrosa menjadi penguji uji di awalnya musim. KTM akan mempunyai peluang besar untuk mengambil langkah naik," kata Freddie diambil Motorsport.

"KTM akan mempunyai kekuatan terunggul untuk mengambil langkah serta masuk dengan Honda, Ducati Corse, Movistar Yamaha serta Suzuki tahun depan," sambungnya.

Baca juga : Biaya Kuliah ISI SOLO - Pendaftaran ISI SOLO

KTM memang termasuk baru dalam dunia balap MotoGP. Namun mereka telah sukses mencicip tribune melalui Pol Espargaro finish di tempat ke-3 pada balapan pemungkas musim 2018 di Valencia. (Simak juga: Espargaro Bicara Tribune Pertama KTM di Trek MotoGP)

Thursday, December 20, 2018

McMenemy Disambar PSSI, Bhayangkara FC Punya Rencana B

Bhayangkara FC diyakinkan mencari pelatih baru menyusul ditunjuknya Simon McMenemy menjadi pelatih timnas senior Indonesia oleh PSSI, Rabu (20/2018/2018). Manajer Bhayangkara FC Sumardji mengakui tidak kaget dengan sikap PSSI.

Baca juga : Jurusan di UIN MALANG

Menurut Sumardji, pihaknya sudah tahu semenjak awal tanda PSSI akan mengambil Simon McMenemy, yang kontraknya di Bhayangkara FC expired pada Januari 2019.

Sumardji mengakui info hadir dari Simon yang telah didekati PSSI.
"Memang infonya dari Simon telah ada kontak dengan PSSI. Tetapi, jika dengan Bhayangkara FC belumlah," kata Sumardji seperti dikutip situs liga-indonesia.id.

Kehilangan pelatih berumur 41 tahun yang sudah membawa Bhayangkara FC mencapai titel juara Liga 1 2017, Sumardji menjelaskan pihaknya telah miliki Gagasan B untuk isi kekosongan pelatih.

"Kami telah mempersiapkan rencana B. Nantikan saja, yang jelas kami suka Simon McMenemy jadi pelatih tim nasional Indonesia," tutur Sumardji.

Simon McMenemy jadi pelatih kepala tim nasional Indonesia dengan waktu kontrak dua tahun atau sesudah Piala AFF 2020. PSSI menginformasikan pengangkatan itu sesudah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengadakan rapat di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/12/2018) siang.

Baca juga : Jurusan di POLINEMA

Simon McMenemy ikut mempersiapkan team utnuk kwalifikasi Piala Dunia 2022 sampai kwalifikasi Piala Asia 2023. Tidak hanya pelatih tim nasional senior, PSSI ikut menunjuk Indra Sjafrie menjadi pelatih tim nasional U-22 (SEA Games), Bima Sakti (tim nasional U-16), serta Rully Nerre (tim nasional putri).

Wednesday, December 19, 2018

Gelar Tak Dicantumkan di Iklan KPU, Kubu Prabowo-Sandi Tetap Santai

Juru Bicara Advokasi Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Taufan Rahmadi ajak penduduk untuk lihat prestasi serta rekam jejak dibanding titel akademik capres serta wapres peserta Pemilihan presiden 2019.

Pengakuan itu dikatakan Taufan berkaitan iklan KPU yang tidak mengikutkan titel akademik Prabowo-Sandi. Iklan itu terakhir memetik memprotes dari netizen.

Baca juga : Biaya Kuliah UBAYA - Pendaftaran UBAYA

"Dibanding ribut-ribut masalah titel akademik, mari kita lihat rekam jejak capres-cawapres kita. Mari lihat manakah yang senang bohong serta manakah yang berprestasi," kata Taufan dalam keterangannya, Rabu (19/12/2018).

Taufan mengaku semenjak awal pihaknya tidak memersoalkan titel akademis yang tidak tercantum dalam iklan KPU. Ia yakini, rekam jejak Prabowo saat berkarier di militer serta rekam jejak Sandiaga dalam dunia usaha serta birokrasi semakin lebih dilihat penduduk.

"Penduduk tentu dapat menanggapi dengan dewasa. Lagian, Pak Prabowo serta Pak Sandi tidak ingin menyombongkan titel akademisnya," kata Taufan.

"Zaman saat ini telah gampang menelusuri rekam jejak serta prestasi seorang. Pajang titel akademis untuk pengaruhi rakyat telah tidak mempan," tambah Taufan.

Baca juga : Biaya Kuliah UNY - Pendaftaran UNY

Awal mulanya, KPU menayangkan iklan berjudul 'Yuk Ketahui Peserta Pemilu Serentak 2019' pada 10 Desember lantas di situs Youtube. Iklan audio visual itu berdurasi 30 detik.

Dalam video itu, KPU yang tidak memberikan titel Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan komplet. Sesaat, titel komplet tercantum pada pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Tuesday, December 18, 2018

Peneliti: Permukaan Tanah Jakarta Utara Turun 11 Cm per Tahun

Berdasar pada hasil riset mikro gravitasi empat dimensi (4D) pada tahun 2014 serta 2018 terindikasi terjadi penurunan permukaan tanah hampir di semua lokasi di daerah Jakarta Utara.

Baca juga : Jurusan di PENS

"Laju penurunan rata-rata seputar 11 cm (cm.) per tahun," papar Periset Kampus Indonesia, Syamsu Rosid dalam keterangannya yang di terima alat, Selasa (4/12/2018).

Menurut Syamsu Rosid, Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta butuh waspada keadaan ini serta konsentrasi mengamati dan mengevaluasi Gagasan Tata Ruangan serta Lokasi (RTRW) terutamanya di lokasi Jakarta Utara.

"Kejadian penurunan permukaan tanah ini kemungkinan besar dikarenakan oleh eksploitasi air tanah yang terlalu berlebih yang berefek pada turunnya permukaan air tanah, semakin menyusutnya tempat hijau terbuka menjadi zone serapan air tanah permukaan serta pembangunan infrastruktur berbobot berat yang cukuplah intens," jelas Syamsu Rosid.

Dosen Program Studi Geofisika ini pula memberikan, penurunan permukaan tanah dapat juga disebabkan kegiatan manusia yang banyak mentriger timbulnya getaran atau vibrasi pada permukaan tanah (seperti truk-truk bertonase berat yang banyak berlalu lalang di lokasi Jakarta Utara).

Baca juga : Jurusan di UNIJOYO

"Penurunan permukaan tanah ini tentunya bisa berefek pada kestabilan gedung-gedung serta bangunan infrastruktur yang berada di atasnya serta semakin tingginya kekuatan untuk terjadinya banjir rob di daerah Jakarta Utara, sebab daratan yang makin rendah dibanding permukaan air laut terpenting waktu terjadinya air pasang oleh terdapatnya style tarik Bulan", tutup Syamsu Rosid.

Awal mulanya riset mengenai penurunan permukaan tanah di Jakarta ini sudah dipublikasi pada Pertemuan Ilimiah Tahunan (PIT) HAGI ke 43 September 2018 di Semarang, Jawa Tengah.